Lampung Selatan, Inihari.id- Warga Desa Bumisari mengeluhkan bau tak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pabrik PT Keong Nusantara Abadi (Wong Coco). Keluhan tersebut disebut paling parah terjadi pada malam hari, terutama setelah hujan turun, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Seorang warga yang tinggal di sekitar area pabrik dan meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan mengungkapkan bahwa bau menyengat kerap muncul pada malam hari.
“Kalau malam, apalagi habis hujan, baunya menyengat banget. Kami terganggu,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Warga tersebut mengaku berada dalam posisi serba salah untuk menyampaikan keberatan secara terbuka. Pasalnya, sebagian anggota keluarganya bekerja di pabrik tersebut, sehingga ia khawatir jika menyampaikan protes dapat berdampak pada pekerjaan keluarganya.
“Kami tidak berani bersuara karena keluarga kami kerja di sini. Takut kalau kami protes, keluarga kami kena dampaknya,” tambahnya.
Ia juga menuturkan bahwa air limbah pabrik sejauh ini tidak menimbulkan bau dan bahkan kerap dimanfaatkan warga untuk menyiram tanaman padi. Namun, persoalan utama yang dirasakan warga adalah bau udara pada malam hari yang diduga berasal dari aktivitas pabrik.
“Air limbahnya tidak bau, sering kami pakai untuk nyiram padi dan tidak apa-apa. Yang mengganggu itu baunya kalau malam, apalagi setelah hujan,” lanjutnya.
Saat dikonfirmasi awak media, pihak PT Wong Coco melalui humas perusahaan menyatakan bahwa informasi tersebut sering mereka dengar. Namun, pihak perusahaan menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak seperti yang dikeluhkan warga dan seluruh aktivitas operasional telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta peraturan pemerintah.
“Maaf, itu informasi yang sering kami dengar. Fakta di lapangan tidak demikian. Semua sudah sesuai SOP dan aturan dari pemerintah. Terima kasih,” ujar pihak humas PT Wong Coco.
Meski demikian, warga berharap pihak perusahaan dapat mencari solusi konkret agar bau yang dikeluhkan tidak kembali muncul, terutama pada malam hari dan setelah hujan. Warga menilai keberadaan industri seharusnya tetap memperhatikan kenyamanan serta kesehatan lingkungan sekitar tanpa mengorbankan kualitas hidup masyarakat.(Red)
















