banner 728x250

Munir Abdul Haris Dorong Pemerintah Lampung Perkuat Daya Beli dan Pertanian di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Positif

banner 120x600
banner 468x60

Inihari.id — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan I tahun 2025 menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp121,70 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp69,56 triliun.

Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Lampung tumbuh 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 9,66 persen, sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa meningkat signifikan hingga 12,96 persen.

banner 325x300

Meski demikian, secara triwulan ke triwulan (quarter-to-quarter), ekonomi Lampung mengalami kontraksi sebesar 1,11 persen. Sektor pengadaan listrik dan gas mencatat penurunan terdalam mencapai 10,65 persen, sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah turun tajam hingga 39,78 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Munir Abdul Haris, memberikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah yang dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan inflasi dan perlambatan global.

“Capaian ini menunjukkan bahwa roda pembangunan di Lampung terus bergerak. Namun, kita tidak boleh puas. Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Munir di Bandar Lampung, Selasa (5/8/2025).

Munir menilai, pertumbuhan ekonomi yang baik harus diikuti dengan penguatan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Ia mendorong agar pengelolaan APBD lebih diarahkan pada program-program produktif yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat.

“Kebijakan fiskal daerah harus menyentuh sektor-sektor riil seperti pertanian, UMKM, dan perdagangan lokal. Di situlah denyut ekonomi rakyat berada,” tegasnya.

Politisi tersebut juga menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Lampung. Ia menilai, kebijakan ketahanan pangan nasional dari pemerintah pusat harus dijadikan momentum bagi daerah untuk memperkokoh peran Lampung sebagai lumbung pangan nasional.

“Petani harus mendapat dukungan yang nyata, baik melalui akses permodalan, infrastruktur, maupun harga yang stabil. Dengan begitu, pertanian bisa menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” kata Munir.

Munir berharap, pemerintah provinsi dapat terus melakukan evaluasi dan sinergi lintas sektor agar pertumbuhan ekonomi Lampung tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Yang kita butuhkan bukan hanya pertumbuhan tinggi, tapi pertumbuhan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tutupnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130