banner 728x250
Berita  

Bau Diduga Limbah Pabrik Karet Hantui Warga Natar Selama Puluhan Tahun

banner 120x600
banner 468x60

 

Lampung Selatan — Warga Kecamatan Natar kembali mengeluhkan bau busuk menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan karet milik PTPN 7 Regional 1 Pewa (Pematang Kiwah). Masalah ini disebut telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penanganan yang jelas.

banner 325x300

Keluhan mencuat pada Selasa (28/4/2026) dari sejumlah desa terdampak, di antaranya Desa Muara Putih, Desa Merak Batin, dan Desa Natar. Warga menyebut bau tidak sedap kerap muncul pada waktu-waktu tertentu dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Baunya menyengat dan sudah lama kami rasakan. Sampai sekarang belum ada perubahan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat menduga sumber bau berasal dari proses produksi di pabrik karet tersebut. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan terkait asal bau maupun langkah konkret penanganannya.

Saat dikonfirmasi, pihak perusahaan melalui kepala gudang bernama Malgek dan petugas keamanan mengarahkan awak media untuk menghubungi pihak lain, Arif. Dalam keterangannya, Arif menyatakan bahwa setiap keluhan warga akan diterima dan diteruskan ke atasan.

“Semua keluhan kami terima dan akan kami sampaikan ke atasan. Untuk konfirmasi lebih lanjut, silakan ke kantor regional di Kandir, dekat MBK,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab substansi persoalan yang telah berlangsung lama. Warga pun mempertanyakan sejauh mana tindak lanjut nyata dari perusahaan terhadap keluhan yang terus berulang.

Kondisi ini memicu desakan agar instansi terkait, khususnya dinas lingkungan hidup, segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Warga meminta adanya uji kualitas udara serta evaluasi terhadap sistem pengelolaan limbah perusahaan.

Jika terbukti berasal dari limbah industri, persoalan ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi melanggar regulasi lingkungan hidup yang berlaku.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Natar, M. Arif, belum membuahkan hasil karena nomor yang bersangkutan tidak aktif.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PTPN 7 Regional 1 Pewa belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap adanya transparansi serta langkah nyata agar permasalahan yang telah berlangsung puluhan tahun ini segera terselesaikan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130