Hanifah Dorong Pemerintah Daerah Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Lampung

Inihari.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Hanifah, menilai capaian pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia mendorong agar momentum positif tersebut terus dijaga melalui kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku mencapai Rp121.701,75 miliar, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp69.560,58 miliar. Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Lampung tumbuh 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan arah yang baik. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di sektor pertanian dan UMKM,” ujar Hanifah di Bandar Lampung, Selasa (5/8/2025).

Hanifah menilai, pemerintah provinsi perlu memperkuat program yang mendorong peningkatan daya beli masyarakat, mengingat konsumsi rumah tangga menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kebijakan fiskal daerah harus difokuskan pada pemberdayaan ekonomi rakyat. UMKM, industri kecil, dan petani lokal perlu mendapat perhatian lebih besar agar mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi Lampung,” jelasnya.

Selain itu, Hanifah juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia menilai, kebijakan nasional yang menekankan ketahanan pangan harus dijawab oleh pemerintah daerah dengan penguatan produksi dan distribusi hasil pertanian.

“Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional. Pemerintah harus memastikan kebijakan di tingkat daerah berjalan seiring dengan program ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Hanifah berharap pemerintah daerah terus melakukan inovasi dan sinergi lintas sektor, agar pertumbuhan ekonomi Lampung dapat berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, tetapi harus menjadi jalan menuju kesejahteraan dan pemerataan pembangunan,” tutupnya.

Exit mobile version