Mukhlis Basri Apresiasi Program Pupuk Organik Gratis Pemprov Lampung untuk Petani

Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis.

Salah satu program unggulan yang saat ini berjalan adalah penyediaan pupuk organik cair gratis bagi petani yang telah diproduksi di sekitar 500 desa di seluruh Lampung. Program ini menjadi solusi atas keterbatasan pupuk subsidi yang semakin berkurang.

Bantuan pupuk organik cair tersebut disalurkan melalui kelompok tani di desa-desa yang menjadi lokasi produksi pupuk. Diharapkan, program ini mampu membantu petani meningkatkan produktivitas berbagai komoditas utama seperti padi, jagung, singkong, dan kedelai.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung petani melalui program tersebut.

Menurutnya, program pupuk organik cair gratis sangat membantu petani di tengah keterbatasan pupuk subsidi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Program ini sangat membantu petani, terutama dalam mengatasi keterbatasan pupuk subsidi. Kami berharap kelompok tani dapat memanfaatkan bantuan ini secara optimal agar hasil pertanian semakin meningkat,” ujar Mukhlis.

Selain program pupuk organik cair, Lampung juga tengah diproyeksikan menjadi sentra singkong nasional. Dengan luas lahan sekitar 400–500 ribu hektare, Lampung dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung singkong strategis di Indonesia.

Pemerintah daerah bersama DPRD mendorong hilirisasi singkong, sehingga komoditas tersebut tidak hanya diolah menjadi tepung tapioka, tetapi juga menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti etanol dan gula.

Mukhlis Basri menilai, jika industri turunan singkong berkembang, maka harga singkong di tingkat petani akan lebih stabil dan meningkat.

“Pengembangan industri turunan singkong sangat penting. Selain meningkatkan nilai tambah, hal ini juga dapat menjaga stabilitas harga singkong dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Dengan adanya program pupuk organik cair serta pengembangan industri singkong, Lampung diyakini akan semakin memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pertanian.

Exit mobile version