banner 728x250

Disambut dengan arak-arakan Sekjen DPP Partai Demokrat Resmikan kantor DPC Lampung selatan

banner 120x600
banner 468x60

Lampung selatan, sabtu 27 juni 2026 Di halaman kantor baru DPC Partai Demokrat Lampung Selatan, ratusan kader berdiri rapat, sebagian datang dari ujung selatan Bakauheni hingga wilayah Natar, membawa satu hal yang sama: harapan.

Suasana berubah menjadi hangat dan penuh semangat saat rombongan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, tiba di lokasi.

banner 325x300

Sambutan yang disiapkan bukan sambutan biasa. Iring-iringan pencak silat membuka jalan, gerakan demi gerakan dipertontonkan dengan penuh penghormatan, diikuti atraksi topeng yang menambah nuansa budaya dan kebersamaan.

Sesaat setelah turun dari kendaraan, Herman Khaeron dipakaikan selendang dan peci khas adat pesisir Lampung Selatan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Selatan, Muhammad Junaidi.

Tepuk tangan dan sorak kader pecah.

Namun di tengah kemeriahan itu, banyak yang menyadari: hari itu bukan tentang tamu yang datang, melainkan tentang perjalanan panjang yang akhirnya menemukan rumah.

Acara berlangsung khidmat. Hadir Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edi Irawan Arief, jajaran fraksi DPRD, pengurus DPC dari kabupaten/kota se-Lampung, kader, hingga simpatisan yang memadati lokasi.

Di hadapan para kader, Herman Khaeron menyampaikan apresiasi atas berdirinya kantor permanen DPC Demokrat Lampung Selatan. Menurutnya, sebuah kantor bukan hanya bangunan dengan dinding dan atap.

“Ini bukan sekadar kantor. Ini simbol perjuangan. Tempat lahirnya gagasan, tempat kader berkumpul, dan tempat masyarakat datang mencari solusi,” ujarnya.

Kalimat itu disambut tepuk tangan panjang.

Ia mengaku bangga karena janji yang pernah disampaikan Muhammad Junaidi saat proses kepengurusan kini benar-benar diwujudkan.

Baginya, membangun kantor permanen adalah bentuk keseriusan yang tidak semua orang mampu lakukan.

Di tengah pidatonya, Herman juga mengenang hubungannya dengan Kalianda.

Ia bercerita pernah beberapa kali datang saat masih bertugas di Komisi IV DPR RI, menyerahkan bantuan kepada masyarakat pesisir dan bermalam di daerah tersebut.

“Hari ini seperti napak tilas,” katanya.
Ucapan itu membuat suasana menjadi lebih personal. Bukan lagi pidato politik, melainkan cerita tentang hubungan yang telah lama terjalin.

Di akhir sambutan, Herman menyampaikan doa dan harapan yang langsung disambut riuh kader.

Ia menyebut Partai Demokrat Lampung Selatan memiliki peluang untuk terus tumbuh dan menambah kekuatan politik di masa depan.

Bahkan secara terbuka ia mendorong Muhammad Junaidi agar suatu hari dapat memimpin daerah.

“Bisa saja ke depan Bung Muhammad Junaidi jadi Bupati,” Tegasnya.

Dukungan yang sama datang dari Ketua DPD Demomrat Lampung, Edy Irawan Arief.

Dia turut mengapresiasi kegiatan tersebut, bahkan di depan para kader dia komitmen memberi bantuan peralatan ngopi di kantor baru itu.

“Saya ini pertama kesini berhubung saya sangat mencintai kopi khusus buat kantor ini peralatan kopi dari saya. Saya akan bantu senilai Rp 5 Juta buat kita ngopi,” Begitu kata Edy di tengah sambutannya.

Ucapan itu membuat sorakan kader menggema.

Sementara itu, Muhammad Junaidi tampak lugas saat berbicara di depan kadernya.

Ia menyampaikan bahwa berdirinya kantor tersebut bukan hasil kerja satu orang, tetapi buah dari dukungan seluruh pengurus, kader, dan simpatisan.

“Meski sederhana, kantor ini adalah rumah bersama. Tempat kita bergerak, berkumpul, dan melayani masyarakat,” ucapnya.

Dia juga meminta ketersedian sekjend untuk menandatangani prasasti di kantor DPC baru itu.

“Ini merupakan sejarah baru kali ini petinggi demokrat hadir di DPC Lampung Selatan,” Katanya.

Dia juga berkomitmen menaikan kursi Demokrat di Pemilu ke depan.

“Sekarang Kanda Sekjend Kursi Demokrat baru 5 dari 7 Dapil dua Dapil lainnya kursi Demokrat masih kita pinjamkan ke Partai Sahabat, tapi ke depan kita bakal rebut kembali sehingga Demokrat Lampung Selatan menang di Pemilu,” Pungkasnya.

Bagi banyak kader yang hadir siang itu, gedung yang diresmikan bukan sekadar bangunan permanen.

Di balik tembok yang berdiri, ada perjalanan panjang, ada rapat-rapat yang selesai larut malam, ada keyakinan yang terus dijaga, dan ada orang-orang yang tetap bertahan meski tak selalu terlihat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 400x130